Riding malam sendirian dari Sumedang, Horor gan

Riding malam sendirian dari Sumedang, Horor gan –

Psychomotive.net. // Haill Brad’s… Kali ini Mas Jenis mau cerita dikit tentang pengalaman naik motor beberapa waktu lalu. Sedikit memacu adrenalin dan bikin dah digunakan dug sih saat Riding malam sendirian dari Sumedang.

Riding malam sendirian dari Sumedang.

Melakukan perjalanan sendiri di malam hari mungkin sebagian orang merupakan hal yang biasa ya brad’s. Apalagi di perkotaan maupun daerah sekitarnya dalam aktivitas rutin harian. Tapi jika riding malam hari di daerah pegunungan yang belum pernah kita lewati tentu akan memberikan kesan tersendiri ya. Nuansa horor pasti terasa apalagi kita belum tau dan ga hafal medan seperti apa yang akan kita lalui. Nah berikut pengalaman riding malam sendirian dari Sumedang menuju cikarang… begini ceritanya.. Saat itu menjelang lebaran 2017 dan berencana mudik menggunakan motor pinjaman teman yang bekerja Karawang sedangkan rumahnya daerah Conggeang Sumedang. Bersama pemilik motor kita OTW ke Sumedang sekitar jam 4 sore. Rencananya¬† membawa kembali motornya ke cikarang untuk saya pakai mudik esok . Jam 11 malam kami mendarat di Sumedang dengan selamat. Hawa pegunungan yang super dingin menusuk tulang menyambut kami yang kelelahan usai melakukan perjalanan jauh nih. kemudian beristirahat sampai jam 2:30 dini hari lalu bersiap untuk gas kembali ke cikarang bersama Yamaha Byson Orange.

Perjalanan Sumedang ke Cikarang

Setelah mapping rute via android perlahan2 mulai putar gas tifis2 menyusuri jalanan kampung Conggeang dengan hawa dingin yang menusuk tulang. Jan mak cessss rasanya di tambah suasana pedesaan yang memberi sedikit aura mistis membuat suasana makin mencekam. Indikator BBM sudah kedap kedip membuat hati ketar-ketir akhirnya menemukan pom bensin 24 jam yang membuat hati lega. Akhirnya BBM saya isi full untuk antisipasi di perjalanan. Sedikit ragu ragu sebelum memulai perjalanan kedua Spion saya tekuk agar tak bisa melihat kebelakang. Lalu mengandalkan insting nyasar yg cukup terlatih mulailah puntir gas menyusuri jalan kampung yang tak terlalu lebar dan gelap. Hingga di luar kesadaran ternyata rute yang di lalui semakin menanjak dan jauh dari pemukiman warga. Sama sekali tak terlihat lampu penerangan maupun berpapasan dengan manusia maupun kendaraan lain membuatku tersadar bahwa rute ini cukup menyeramkan.

Menyusuri rute tepi hutan Si Byson pun ane geber dengan cukup sadis untuk mengusir rasa gelisah malam itu. Karena track sangat gelap naik turun serta berkelok cukup ekstrim khas jalur pegunungan maka kewaspadaan dan konsentrasi tak boleh hilang. Dengan memantapkan hati apapun yang terjadi dan menghadang di depan pokok e tabras wae lah hehehe. Di jalur ini hampir tak pernah merasakan motor berjalan tegak lho karena di dominasi oleh tikungan, turunan dan tanjakan  curam. Bahkan beberapa kali melebar hingga kehabisan jalan sebelah kanan yang membuat susah payah saat menstabilkan motor.

Riding Malam Sendirian dari Sumedang
Riding Malam Sendirian dari Sumedang

Puncaknya saat sampai di sebuah jalan seperti belahan bukit yang kanan kirinya di tumbuhi pohon bambu yang rimbun serta gelap membuat hati ini berdebar. Terasa memasuki sebuah lorong panjang dengan aura mistis yang cukup kental,dingin singup dan sesuatu banget pokoknya brad’s.. Saat itu dzikir ga putus2 sepanjang perjalanan hehehe….. Tapi karena yakin indera ke 6 tak terlalu sensitif maka penampakan itu tak kan pernah ada. Hampir 40 menit menyusuri jalan yang serupa yaitu gelap,sunyi sepi ,dingin serta di dominasi tanjakan turunan dengan tikungan tajam. Hal itu ternyata cukup membuat tegang dan lelah karena belum pernah lewat jalur yang cukup asing bagi saya. Sekitar pukul 04:30 barulah terasa lega karena memasuki perkampungan dan bertemu warga yang hendak sholat subuh ke masjid. Nah disinilah gas mulai kendur dan hati lega saat bertemu tugu nanas di Subang.

Pengalaman mudik 2017 bareng Byson berkarburator jahat

Mudik pake Suzuki Thunder 125, woh begini rasanya

Mendarat di Cikarang

Alhamdullilah akhirnya dengan selamat¬† melanjutakan perjalanan ke cikarang sambil riding santai dan menikmati angin pagi. Sepanjang Karawang angin berhembus sepoi sepoi dan bikin ngantuk poolll karena kurang istirahat. Karena tak mengenal nama jalur semalam membuatku penasaran dan mencari informasi di Google. Ternyata rute yang saya tempuh semalam adalah Cikamurang tanjung kerta ,jalan cagak Subang , situ wanayasa Purwakarta. Walaupun sedikit horor ternyata asyik juga riding sendiri malam hari di jalur yang sama sekali belum pernah dilewati. Yang sedikit lucu adalah sengaja spion Byson ane tekuk supaya kalau ada penumpang misterius jadi ga kelihatan hehehe.. yaps semoga bermanfaat salam cah nggunung…

By JeckminatoR☠

Riding Malam Sendirian Dari Sumedang
Riding Malam Sendirian Dari Sumedang

11 thoughts on “Riding malam sendirian dari Sumedang, Horor gan

  1. Tahun 2014 mudik naik motor lewat situ sekitar jam 9 malam, pas di Malangbong nyari temen ketemu bapak-bapak 2 motor mau ke Purwakarta, nah si bapak cerita kalo tahun 2013 si bapak pulang dari Cilacap lewat situ jam 1 malam dengan kondisi ban kempes tapi dipaksa tetep jalan

Makasih dah mampir brad's... yang mau ninggalin jejak monggo...

%d blogger menyukai ini: