Metromini armada perang anak STM, penuh nostalgia

Metromini Armada Perang anak STM

Metromini armada perang anak STM, penuh nostalgia –

Psychomotive.net // Haill Brad’s… Nostalgia ke era 90an nih tentang salah satu moda Transportasi andalan di Ibukota yang saat ini mulai sekarat. Sedikit mengenang Minibus yaitu Metromini Armada perang anak STM.

Metromini Armada perang anak STM

Yaps minibus yang identik dengan warna Merah Oranye biru dengan list putih pernah menjadi alat transportasi andalan warga Ibukota. Mulai beroperasi tahun 1962 dengan kapasitas 20-30 penumpang kendaraan dengan jok keras melayani 60 Trayek di Jakarta. Setiap Rute di tandai dengan huruf dan nomor khusus sebagai identitas trayek. Huruf yang berada di depan angka adalah T, U, P, B dan S yang berarti T area Jakarta Timur U-Utara P-Pusat B-Barat dan S-selatan. Angka di belakangnya sebagai pembeda rute di Wilayah tersebut seperti T44 rute Pulogadung-Cakung, T42 Pulogasung-Prumnas Klender Jaktim.

Masa kejayaan Metromini mulai menurun setelah tahun 2000an di mana perkembangan Sepeda Motor sebagai alat transportasi berkembang pesat. Perlahan-lahan angkutan ICON Kota Jakarta ini mulai di tinggalkan dan Trayek nya di bekukan karena beberapa faktor. Selain kendaraan yang tak laik jalan dan tak memenuhi standar keselamatan, tingkat polusinya cukup tinggi karena tak mendapat peremajaan. Hal tersebut memang berkaitan dengan berkurangnya pengguna Transportasi yang berpengaruh pada penghasilan pemiliknya.

Mengenang Metromini

Angkutan dengan tarif murah identik dengan Driver yang ugal ugalan dan Bar bar di zamanya. Tapi karena belum ada pilihan lain ya banyak yang mengandalkan angkutan ini untuk beraktifitas. Dan yang paling melekat di ingatan adalah zaman STM dimana tarif untuk pelajar Rp 100,- dan biasa bayar dengan koin. Saat penumpang pelajar membludak sampai naik ke atap dan bergelantungan di pintu dan sengaja membuat Metromini jadi miring ke kiri. Bahkan trayek Metromini yang melewati sekolah tertentu di jadikan Icon Basis misalnya STM Ristek 42 dan lainya. Basis sendiri di artikan pelajar di Sekolah A yang menggunakan angkutan Metromini nomor tertentu untuk berangkat dan pulang Sekolah. Dan sisi negatif nya Metromini di jadikan Armada perang nih untuk menyerang sekolah lain. Di era 90-2000an Tawuran masih menjadi trend pelajar untuk menunjukan eksistensi dan status kekuasaan Sekolahnya. Aktivitas negatif tersebut sebagian besar melibatkan angkutan ini sebagai alat transportasi yang kadang menjadi korban pelemparan batu yang tentu merugikan.

Menuju kepunahan

Namun sekarang perkembangan zaman telah menghapus semua warisan masa lalu tersebut. Karena sejak 2017 lalu DKI secara perlahan dan bertahap mulai menghentikan trayek Metromini dan menggantikannya dengan yang Modern dan Safety. Walaupun belum seluruh trayek di tutup, kendaraan yang beroperasi maupun penumpangnya bisa dihitung dengan jari. Setidaknya saya masih bisa tersenyum jika berpapasan dengan si Merah Orange bersuara brisik serta asap knalpot hitam pekat yang menjadi ciri khasnya. Yaps adakah Brad’s semua yang pernah merasakan era yang sama…? Salam Cah Nggunung…
By JeckminatoR☠

Mudik pake Suzuki Thunder 125, woh begini rasanya

Riding malam sendirian dari Sumedang, Horor gan

Diantar Jin pulang dari Jonggol, dan bertemu kakek misterius

Daftar Tempat Wisata Wonogiri, lengkap dan banyak pilihanya

Harga New Toyota Avanza 2019 dan pilihan warnanya

Warna Honda Scoopy 2020, harga dan spesifikasi terbaru

34 thoughts on “Metromini armada perang anak STM, penuh nostalgia

Suwun wis mampir Brad's... Monggo Coment dan rasakan Sensasinya...

%d blogger menyukai ini: