Kelihatanya nggak sulit-sulit amat mendongkrak penjualan Suzuki, caranya ada tinggal mau kerja atau tidak

Kelihatanya nggak sulit-sulit amat mendongkrak penjualan Suzuki, caranya ada tinggal mau kerja atau tidak –

Psychomotive.net // Haill Brad’s… Gimana kabarnya hari ini…? Akhirnya kebagian juga libur dirumah efek Corona Virus yang bikin Gabut nih. Yaudah daripada iseng bikin artikel tentang mendongkrak penjualan Suzuki.

mendongkrak penjualan Suzuki

Mendongkrak Penjualan Suzuki

Yaps seperti yang kita ketahui Pabrikan Raksasa asal Jepang ini sepertinya masih mengalami kesulitan dalam mencapai target penjualan Sepeda Motor. Meskipun terus berbenah dengan Inovasi serta membuat motor dengan Teknologi terbaru nampaknya belum cukup untuk memikat hati Konsumen. Karena permasalahan Suzuki bukan disitu saja, tapi masih banyak PR dari masalalu yang harus di selesaikan. Bukan karena kualitas produk yang buruk lho, tapi lebih ke Image miring dan Mindset Konsumen tentang Brand ini. Yang berasal dari permasalahan kecil dan belum diperbaiki kemudian membesar dan meluas serta antisipasi terbilang lambat. Di tengah kondisi terjepit inilah Suzuki semakin lamban mengembangkan Produknya sedangkan Kompetitor terus menggempur dengan segala kemampuanya. Hmmm lalu kesalahan awal apa yang diperbuat Suzuki sehingga produk Motornya kalah bersaing dengan Kompetitor ?

mendongkrak penjualan Suzuki

Kesalahan Suzuki motor

Suzuki mulai kesulitan melakukan Penetrasi di pasar motor Indonesia sebenarnya sekitar tahun 2004 an Brad’s. Sebelumnya pabrikan ini cukup Sukses memikat hati konsumen dengan terus mengembangkan motor 2tak dan 4tak yang cukup laris. Suzuki memiliki cirikhas sebagai motor bandel awet dengan kualitas terjamin di banding kompetitor saat itu. Motor Secondnya juga tetap menjadi buruan baik oleh pemakai maupun pedagang yang menandakan cukup diminati konsumen.

Langkah Dilematis dengan Konsekwensi fatal diambil saat menghadapi gempuran motor China dan motor murah dari Kompetitor. Suzuki Smash 110 berhasil mengatasi invasi motor China dan kompetitor seperti Yamaha Vega R dan Honda Legenda saat itu. Disusul Suzuki Thunder 125 mengisi segmen Sport murah dan cukup laris dipasaran. Namun sayang kualitas Body Smash dan Mesin Thunder menjadi awal merosotnya Image Suzuki yang membuatnya ditinggalkan Konsumen. Sehingga menyeret nama Shogun dan Produk lainya yang menimbulkan opini Negatif konsumen tentang Produk dari Suzuki. Pabrikan ini terkesan lamban dalam merespon dan Recovery hingga keadaan semakin parah dan sulit dikendalikan. Sehingga peluncuran Produk baru dengan kualitas baguspun kurang menolong penjualanya di Indonesia.

Remote Yamaha Lexi hilang, simak solusi dan tipsnya brad’s

Warna Honda Scoopy 2020, harga dan spesifikasi terbaru

Chevrolet resmi tinggalkan Indonesia, Sugeng Tindak Chevy

Apa yang harus dilakukan Suzuki

Nah ini langkah penting yang kurang diperhatikan, mungkin berbenturan dengan beberapa faktor internal Brad’s. Suzuki telah memiliki Produk dengan kualitas dan Teknologi cukup baik serta Performa dan Durability yang terjameeeen. Tapi mereka lupa dengan selera Orang Indonesia yang cukup tinggi yaitu masalah Desain dan Tampilan. Karena selama ini sepertinya Suzuki mengesampingkan masalah itu dan hanya Fokus pada hal diatas. Mereka tidak mengembangkan Desain sesuai keinginan Pasar dan lebih Egois dan kekeuh serta over Confident dengan sesain mereka. Ingat Satria F150 namanya tetap aman dan tak terseret oleh merosotnya Image Motor Suzuki Lainya, ini faktor performa dan Desainya.

Pada Satria F150 Injeksi terlihat Desainya menurun dan diikuti penjualan yang juga terjun bebas, apalagi Honda ikut bermain disegmen ini. Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 secara Performa cukup handal namun lagi-lagi terganjal masalah Desain yang kurang bersahabat dengan Biker Indonesia. Begitupun Suzuki Bandit 150 yang semakin ambyar arah dan tujuanya, berbeda dengan Suzuki NEX II yang lebih diterima pasar. Karena NEX II memiliki Desain yang hampir mendekati Selera Konsumen Indonesia, ini tak bisa di sangkal lho. Selain itu hal yang harus diperbaiki adalah S3nya atau Sales Service dan Sparepart yang juga menjadi isu panas penggiringan opini. Nah sebenarnya Caranya ada kan, jadi tergantung mereka mau atau tidak memperbaiki untuk mendongkrak penjualanya kembali. Meskipun tak semudah membalik telapak tangan, tapi itu merupakan investasi jangka panjang nagi Suzuki. Wah jadi kepanjangan nih opininya hehehe… Semoga bermanfaat… Salam Cah Nggunung…
By JeckminatoR☠

10 thoughts on “Kelihatanya nggak sulit-sulit amat mendongkrak penjualan Suzuki, caranya ada tinggal mau kerja atau tidak

  1. Setuju lek, PR mereka adalah bikin desain sesuai selera lokal sini dan selanjutnya tinggal benahi layanan aftersalesnya

    Pertinyiinnyi mau gak Suzuki berubah?

  2. 1.Pertama Desain di perbaiki sesual kasta ningrat masyarakat +62
    2.3S jg di perluas karena image sparepart mahal dapat di eleminasi sehingga masyarakat tahu bahwa product suzuki tdk menjual sparepart KW.(jd image harga beti kualitas beda jauh dpt perlahan tertanam lg)
    3.Product suzuki Secara harga sudah OK
    Tp memang secara valeu harga second ini yg masih jadi PR karena ini adalah pilihan masyarakat “beli product yg harga jual kembalinya tinggi”
    Tp tdk semua konsumen punya pilihan seperti itu.
    Karena ada pula konsumen “beli product itu untuk di nikmati bukan untuk di jual lagi”dan ini adalah peluang suzuki
    4.Mau meniru strategi lawan
    Memang tdk semua strategi di tiru tp di pilih yg cocok dgn kondisi dan bisnis plan suzuki
    5.di tambahin Team kreatif Suzuki sendiri, krn pastinya lbh pintar dari saya ..hehehe

Suwun wis mampir Brad's... Monggo Coment dan rasakan Sensasinya...

%d blogger menyukai ini: